Anjuran Menjadi Kaya Dalam Islam
Dalam pengertian secara umum, kaya berarti banyak memiliki harta, atau lebih spesifik lagi kaya berarti banyak uang. Setiap orang sangat berharap bisa menjadi kaya. Dalam islam, walaupun tidak tertulis secara tegas, namun setiap orang dianjurkan untuk menjadi kaya. Namun islam menempatkan harta dalam posisi yang netral. Kaya bukan sesuatu yang tercela, atau juga menjadi yang terpuji, melainkan pemilik harta itulah yang menjadikan harta berubah menjadi fitnah atau anugerah. Islam membenarkan harta sebagai penyangga dalam kelancaran dalam menjalani hidup.
Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan janganlah kami serahkan (harta-hartamu) kepada orang-orang yang bodoh, harta yang dijadikan Allah SWT bagimu sebagai pokok kehidupan”.(Qs An-Nisa:5)
Bahkan dalam beberapa ayat, seperti dalam Alquran surat Al-Adiyat ayat 8, dan Al Baqarah ayat 180, Allah SWT juga menyebutkan harta dengan lafads “Al-Khoir” yang berarti kebaikan. Arti tersebut mengisyaratkan sebuah adanya hikmah dan rahasia kebaikan dalam harta. Oleh karena itu janganlah takut terhadap harta, namun yang harus ditakuti, akan dibawa kemana harta yang kita miliki tersebut. Karena harta bisa melalaikan kita untuk beribadah. Sebaliknya ketika kita tidak lalai dan mengingat Allah SWT, maka harta kekayaan kita akan dijadikan keberuntungan oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman yang artinya, “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kami dari mengingat Allah. barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi”.(Qs Al-Munafiqun: 9).
Ayat tersebut menegaskan jika kita lalai karena harta, allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang merugi, dan status harta menjadi fitnah. Untuk itulah jika kita sudah bisa menempatkan harta dengan baik, dan memahami berada di mana posisi harta dalam hidup kita, atau kita tidak mendewakan harta, maka setiap muslim sudah bisa melangkah lebih jauh dalam mencari harta. Bahkan jika memungkinkan carilah harta tersebut untuk menjadi seorang muslim yang kaya. Dan banyak alasan bagi seorang muslim untuk menjadi kaya.
Alasan kedua, dengan menjadi kaya, akan menjauhkan diri dari efek negatif kemiskinan. Rasulullah SAW sejak dini mengajarkan pada kita untuk menjauhi kemiskinan. Dalam doa-doa beliau senantiasa diisyaratkan mengarah pada kekayaan, dan terlepas dari kemiskinan. Dari abdullah bin mas’ud, bahwasannya Rasulullah SAW berdoa pada dua hari raya, “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-mu ketakwaan, hargadiri, kekayaan dan petunjuk”. (Hr Thobroni).
Ketika seorang muslim menjadi kaya, maka ia akan menjauhi bahaya dari kemiskinan. Efek negatif dari kemiskinan sangat dahsyat, orang tersebut bisa tipis dalam agamanya, lemah akalnya, dan hilang kewibawaanya. Bahkan bisa lebih buruk lagi, karena orang-orang bisa saja meremehkannya.
Alasan lainnya yang mendorong seorang muslim harus menjadi orang kaya adalah, banyaknya amal ibadah dan anjuran islam yang membutuhkan dana besar. Banyak amalan syar’i yang membutuhkan banyak uang untuk melakukannya, seperti haji. Lihat saja di zaman sekarang ini, biaya untuk menunaikan haji sangat tinggi. Untuk membayar transportasi hingga tiba di tanah suci, membutuhkan puluhan juta rupiah. Dan pendanaan sebesar itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kekayaan yang melimpah.
Selain amalan wajib seperti haji yang membutuhkan dana besar, masih banyak amalan lain, seperti amalan sunnah yang dianjurkan islam dan membutuhkan dana besar untuk bisa menjalankannya. Dan yang paling dekat dalam kehidupan kita yaitu menuntut ilmu. Amalan sunnah tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit, jika ilmu yang kita inginkan lebih tinggi. Biaya sekolah khusus dengan menitik beratkan agama hampir bisa dipastikan harganya lebih mahal dari sekolah biasa. Belum lagi untuk mencari ilmu lainnya, sebagai penunjang ilmu agama yang juga membutuhkan dana cukup banyak. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kaya. Bahkan jika kita bercermin pada apa yang dilakukan umar bin khatab dalam mengenalkan amalan sunnah pada anakya yaitu berenang, menungang kuda, dan memanah, pada zaman sekarang hampir bisa dipastikan harus mengeluarkan dana yang besar.
Alasan lainnya dari islam yang menganjurkan seorang muslim harus menjadi orang kaya adalah melarang kita meninggalkan generasi yang miskin. Islam tidak menyukai jika para orang tua yang tidak meninggalkan harta yang cukup pada keturunan, atau anak-anaknya. Jika mereka meninggal dunia, keturunan yang ditinggalkannya tidak boleh dalam kondisi lemah, apalagi meminta-minta kepada orang lain. Dengan kata lain orang tua harus meninggalkan harta warisan yang cukup bagi keturunan kita yang akan datang. Jika memungkinkan bukan hanya sekadar kaya, tapi kaya raya, sehingga beberapa generasi bisa aman menjalani hidup.
Alasan terakhir agar setiap muslim diwajibkan menjadi orang yang kaya adalah karena kita berhak merasakan kenikmatan di dunia yang tidak bertentangan dengan syariat islam. Dan beberapa diantaranya kenikmatan tersebut harus mengeluarkan dana. Segala kenikmatan dunia yang diciptakan Allah SWT, memang diperuntukkan bagi manusia. Allah SWT juga mengingatkan manusia agar tidak hanya mengejar kenikmatan dunia, tapi juga harus mengambil dari kenikmatan dunia. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi”. (Qs Al-Qoshos: 77).
Tulisan ini pernah ditayangkan di acara "Buka Mata Buka Hati" RTV yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 13.00 WIB
.png)






