[GENERASI ISLAMI] - Mengenalkan Al-Qur'an Sedini Mungkin

02.31 0 Comments



Perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, teknologi serta industri yang sangat pesat membuat tantangan hidup semakin berat. Perubahan zaman dengan segala kemajuannya berdampak pada perilaku dan akhlak generasi penerus umat di masa depan. Salah satu, dari pesatnya perkembangan zaman adalah mudahnya pengaruh budaya asing  baik yang positif maupun negatif masuk dan diserap anak-anak. Maka tidak berlebihan   jika sebagian besar orangtua  merasa khawatir dengan masa depan anak-anaknya.

Apa yang dikhawatirkan umat manusia akan perkembangan zaman ini, pernah disampaikan Rasulullah SAW melalui pesan di akhir hayatnya, “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu kitabullah (Alquran) dan sunah Rasulullah SAW.”' (Hr muslim).

Jika dalam menghadapi tantangan zaman tersebut kita berpegang pada apa yang dipesankan Rasulullah SAW, para orang tua tak perlu lagi khawatir. Kuncinya memberi bekal pada putra-putri kita dengan Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW.




Al-Quran merupakan pedoman hidup manusia. Dengan mengajarkan Al-Quran sejak dini, berarti mengajak anak untuk lebih dekat dengan pedoman hidupnya kelak. Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara: mencintai nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca al-quran, sebab orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-nya beserta para nabinya dan orang-orang suci,” (hr. Ath-thabrani).

Sejak kapan kita harus mengenalkan Al-Quran pada anak-anak kita? Pertanyaan tersebut sering kali terlontar dari para orang tua. Hal tersebut juga lantaran terpengaruh berbagai macam teori yang pernah dibacanya. Ketika ada teori yang mengatakan mendengarkan musik klasik saat janin dalam kandungan bisa meningkatkan kecerdasan anak, percayalah bahwa mendengarkan Al-Quran akan lebih baik dari teori tersebut. Apalagi jika lantuman Al-Quran datangnya dari bacaan si ibu yang mengandung janin tersebut.

Ketika membaca Al-Quran, suasana dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyu dan tenang. Kondisi tersebut akan membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan. Seperti halnya saat si ibu dalam keadaan stress maka pengaruhnya akan terasa pada  janin.

Selepas melahirkan, proses mengenalkan Al-Quran tidak boleh terhenti. Meski bayi belum mengerti, namun pendengarannya sudah tidak asing lagi kita lantuman Al-Quran diperdengarkan. Itu akan membuat bayi menjadi lebih terbiasa dan akan merasa ketagihan jika belum mendengar suara orang mengaji. Dan harus diingat orang tua, bahwa usia 0 hingga 6 tahun menjadi usia emas untuk dibekali segala hal kebaikan. Dan mendengarkan lantuman Al-Quran adalah kebaikan yang hakiki.



Saat anak mulai belum lancar berbicara, atau sejak usia 2 tahun, biasakan mengajaknya mengenal surat-surat pendek, karena saat itu si anak tengah menggunakan memori secara maksimal. Pengucapan basmalah dalam setiap kegiatan yang dilakukan menjadi cara paling mudah. Atau mengajarkan kalimat salam ketika masuk rumah atau bertemu orang lain.

Saat kita sudah sering mengenalkan kalimat Al-Quran atau surat-surat pendek, maka jangan kaget jika si anak satu waktu ikut membacanya. Itu merupakan bukti si anak menggunakan memori saat kita mengenalkannya.

Setelah anak lancar berbicara, mulailah mengenalkan bacaan tersebut dengan cara mengajaknya menghafal. Sering-seringlah membaca surat yang kita ajarkan, lalu meminta si anak menirukannya. Ulanglah hingga si anak merasa dia sudah bisa. Tapi para orang tua juga harus pandai melihat kapan waktu yang tepat mengajak anak menghafal. Diusahakan saat anak merasa nyaman, atau tidak mengganggu ketika anak tengah merasa senang dengan permainannya.

Dari proses tersebut akan diperoleh manfaat lain, saat masuk usia sekolah, yaitu daya konsentrasinya yang baik. Sehingga bisa mendongkrak prestasi belajar di kemudian hari.



Saat memasuki usia sekolah, sebisa mungkin orang tua memilih sekolah yang memberi porsi pemahaman islam lebih banyak. Ini untuk membuat anak semakin kuat dalam pemahaman Al-Quran. Sehingga kelak setelah dewasa akan menjadi generasi islami seutuhnya, yang berpedoman pada Al-Quran dan assunah.

Amin Ya Robalalamin.. (**)

Tulisan ini pernah ditayangkan di acara "Buka Mata Buka Hati" RTV  yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 13.00 WIB