[GENERASI ISLAMI] - Mengenalkan Al-Qur'an Sedini Mungkin
Perkembangan zaman, ilmu pengetahuan,
teknologi serta industri yang sangat pesat membuat tantangan hidup semakin
berat. Perubahan zaman dengan segala kemajuannya berdampak pada perilaku dan
akhlak generasi penerus umat di masa depan. Salah satu, dari pesatnya
perkembangan zaman adalah mudahnya pengaruh budaya asing baik yang
positif maupun negatif masuk dan diserap anak-anak. Maka tidak berlebihan
jika sebagian besar orangtua merasa khawatir dengan masa depan
anak-anaknya.
Apa yang dikhawatirkan umat manusia
akan perkembangan zaman ini, pernah disampaikan Rasulullah SAW melalui pesan di
akhir hayatnya, “Aku
tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan
dengannya, yaitu kitabullah (Alquran)
dan sunah Rasulullah SAW.”' (Hr muslim).
Jika dalam menghadapi tantangan
zaman tersebut kita berpegang pada apa yang dipesankan Rasulullah SAW, para
orang tua tak perlu lagi khawatir. Kuncinya memberi bekal pada putra-putri kita
dengan Al-Quran
dan sunah Rasulullah SAW.
Al-Quran
merupakan pedoman hidup manusia. Dengan mengajarkan Al-Quran
sejak dini, berarti mengajak anak untuk lebih dekat dengan pedoman hidupnya
kelak. “Didiklah anak-anak
kamu pada tiga perkara: mencintai nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca
al-quran, sebab orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada
dalam lindungan singgasana Allah
pada hari tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-nya beserta para
nabinya dan orang-orang suci,” (hr. Ath-thabrani).
Sejak
kapan kita harus mengenalkan Al-Quran pada anak-anak
kita? Pertanyaan tersebut sering kali terlontar dari para orang tua. Hal
tersebut juga lantaran terpengaruh berbagai macam teori yang pernah dibacanya.
Ketika ada teori yang mengatakan mendengarkan musik klasik saat janin dalam
kandungan bisa meningkatkan kecerdasan anak, percayalah bahwa mendengarkan Al-Quran akan lebih baik
dari teori tersebut. Apalagi jika lantuman Al-Quran datangnya dari bacaan si
ibu yang mengandung janin tersebut.
Ketika
membaca Al-Quran, suasana dan
pikiran ibu akan menjadi lebih khusyu dan tenang. Kondisi tersebut akan
membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan. Seperti halnya
saat si ibu dalam keadaan stress maka pengaruhnya akan terasa pada janin.
Selepas
melahirkan, proses mengenalkan Al-Quran tidak boleh
terhenti. Meski bayi belum mengerti, namun pendengarannya sudah tidak asing
lagi kita lantuman Al-Quran diperdengarkan.
Itu akan membuat bayi menjadi lebih terbiasa dan akan merasa ketagihan jika
belum mendengar suara orang mengaji. Dan harus diingat orang tua, bahwa usia 0
hingga 6 tahun menjadi usia emas untuk dibekali segala hal kebaikan. Dan
mendengarkan lantuman Al-Quran adalah kebaikan
yang hakiki.
Saat
anak mulai belum lancar berbicara, atau sejak usia 2 tahun, biasakan
mengajaknya mengenal surat-surat pendek, karena saat itu si anak tengah
menggunakan memori secara maksimal. Pengucapan basmalah dalam setiap kegiatan
yang dilakukan menjadi cara paling mudah. Atau mengajarkan kalimat salam ketika
masuk rumah atau bertemu orang lain.
Saat
kita sudah sering mengenalkan kalimat Al-Quran atau
surat-surat pendek, maka jangan kaget jika si anak satu waktu ikut membacanya.
Itu merupakan bukti si anak menggunakan memori saat kita mengenalkannya.
Setelah
anak lancar berbicara, mulailah mengenalkan bacaan tersebut dengan cara
mengajaknya menghafal. Sering-seringlah membaca surat yang kita ajarkan, lalu
meminta si anak menirukannya. Ulanglah hingga si anak merasa dia sudah bisa.
Tapi para orang tua juga harus pandai melihat kapan waktu yang tepat mengajak
anak menghafal. Diusahakan saat anak merasa nyaman, atau tidak mengganggu
ketika anak tengah merasa senang dengan permainannya.
Dari
proses tersebut akan diperoleh manfaat lain, saat masuk usia sekolah, yaitu
daya konsentrasinya yang baik. Sehingga bisa mendongkrak prestasi belajar di
kemudian hari.
Saat
memasuki usia sekolah, sebisa mungkin orang tua memilih sekolah yang memberi
porsi pemahaman islam lebih banyak. Ini untuk membuat anak semakin kuat dalam
pemahaman Al-Quran. Sehingga
kelak setelah dewasa akan menjadi generasi islami seutuhnya, yang berpedoman
pada Al-Quran
dan assunah.
Amin Ya Robalalamin.. (**)
Tulisan ini pernah ditayangkan di acara "Buka Mata Buka Hati" RTV yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 13.00 WIB
Tulisan ini pernah ditayangkan di acara "Buka Mata Buka Hati" RTV yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 13.00 WIB
.png)






